Labels

Showing posts with label Tugas. Show all posts
Showing posts with label Tugas. Show all posts

Tuesday, April 21, 2015

121 Nama Latin Tanaman Obat

Tanaman obat adalah berbagai macam jenis tumbuhan yang dipercaya dan telah dimanfaatkan khasiatnya sebagai bahan obat-obatan. Sejak lama tetumbuhan ini telah dijadikan ramuan obat dan jamu tradisional. Dan hingga sekarang masih sering dipergunakan, bahkan tidak sedikit yang kemudian menjadi bahan obat modern.
Indonesia kaya akan berbagai ragam jenis tumbuhan yang berkhasiat. Berbagai jenis tanaman tersebut selain mempunyai nama lokal, nama umum dalam bahasa Indonesia, pun memiliki nama universal yakni nama ilmiah atau nama latin. Dalam artikel kali ini alamendah.org mendaftar 212 jenis tumbuhan obat beserta nama latin.
Inilah daftar nama latin tanaman obat-obatan yang banyak dikenal dan biasa dimanfaatkan untuk pengobatan berbagai macam penyakit.
  1. Adas Manis (Anethum graveolens)
  2. Alang-alang (Imperata cylindrica)
  3. Asam Jawa (Tamarindus indica)
  4. Bandotan (Ageratum conyzoides)
  5. Bangle (Zingiber montanum)
  6. Bawang Merah (Allium cepa)
  7. Bawang Putih (Allium sativum)
  8. Bayam Merah (Alternanthera ficoidea)
  9. Belimbing Manis (Averrhoa carambola)
  10. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)
    belimbing wuluh Averrhoa bilimbi
    Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) kerap dimanfaatkan sebagai tanaman obat-obatan
  11. Beluntas (Pluchea indica)
  12. Bentul, Talas, atau Keladi (Colocasia esculenta)
  13. Biduri atau Widuri (Calotropis gigantea)
  14. Binahong (Anredera cordifolia)
  15. Bintangur (Calophyllum inophyllum)
  16. Brotowali (Tinospora crispa)
  17. Buah Naga (Hylocereus undatus)
  18. Bunga Kupu-kupu, Bauhinia (Bauhinia purpurea)
  19. Cengkeh (Syzygium aromaticum)
  20. Ceplukan (Physalis angulata)
  21. Ceremai (Phyllanthus acidus)
  22. Cincau (Cyclea barbata)
  23. Dadap Ayam (Erythrina variegata)
  24. Dadap Serep (Erythrina variegata)
  25. Daun Dewa, Beluntas Cina (Gynura pseudochina)
  26. Daun Encok (Plumbago zeylanica)
  27. Delima (Punica granatum)
  28. Dewandaru (Eugenia uniflora)
  29. Gandarusa (Justicia gendarussa)
  30. Gandasuli (Hedychium coronarium)
    Gandasuli (Hedychium coronarium)
    Gandasuli (Hedychium coronarium) Gambar : Forest & Kim Star
  31. Garut, atau Lerut (Maranta arundinacea)
  32. Hong Te (Epiphyllum oxypetalum)
  33. Jahe (Zingiber officinale)
  34. Jamblang (Syzygium cumini)
  35. Jambu Batu (Psidium guajava)
  36. Jarak Pagar (Jatropha curcas)
  37. Jarak Tintir (Jatropha multifida)
  38. Jeruk Kingkit (Triphasia trifolia)
  39. Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia)
  40. Jeruk Purut (Citrus hystrix)
  41. Jintan (Trachyspermum roxburghianum)
  42. Kapur Barus (Dryobalanops sumatrensis)
  43. Katuk (Sauropus androgynus)
  44. Kayu Manis (Cinnamomum burmanni)
  45. Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
  46. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus)
  47. Kecubung (Datura metel)
  48. Kecubung Gunung (Brugmansia suaveolens)
  49. Keji Beling (Hemigraphis alternata)
  50. Kelembak (Rheum palmatum)
  51. Kelor (Moringa oleifera)
  52. Kemangi (Ocimum tenuiflorum)
  53. Kembang Soka, Siantan (Ixora chinensis)
  54. Kembang Sungsang (Gloriosa superba)
  55. Kemiri (Aleurites moluccanus)
  56. Kemuning (Murraya paniculata)
  57. Kenanga (Cananga odorata)
  58. Kencur (Kaempferia galanga)
  59. Kersen (Muntingia calabura)
  60. Kesumba (Bixa orellana)
  61. Ketepeng Cina (Senna alata)
  62. Ketumbar (Coriandrum sativum)
  63. Ki Sambang (Aerva sanguinolenta)
  64. Kiapu atau Apu-apu (Pistia stratiotes)
  65. Kina (Cinchona officinalis)
  66. Komring (Symphytum officinale)
  67. Kucai (Allium tuberosum)
  68. Kucing-kucingan (Acalypha indica)
  69. Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)
  70. Kunyit (Curcuma longa)
  71. Labu Kuning (Cucurbita moschata)
  72. Labu Siam (Sechium edule)
  73. Lada (Piper nigrum)
  74. Lempuyang (Zingiber zerumbet)
  75. Lengkuas (Alpinia galanga)
  76. Lengkuas Merah (Alpinia purpurata)
  77. Lidah Buaya (Aloe vera)
  78. Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
  79. Maja (Crescentia cujete)
  80. Medung (Aralidium pinnatifidum)
  81. Melati (Jasminum sambac)
  82. Mendang (Elaeocarpus obtusus)
  83. Mengkudu atau Pace (Morinda citrifolia)
  84. Meniran (Phyllanthus niruri)
  85. Nam Nam atau Kopi Anjing (Cynometra cauliflora)
  86. Pacar Cina (Aglaia odorata)
  87. Pacar Cina (Aglaia odorata)
  88. Pacing (Costus megalobrachtea)
  89. Pala (Myristica fragrans)
  90. Palasa (Butea monosperma)
  91. Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius)
  92. Pare (Momordica charantia)
  93. Patah Tulang (Euphorbia tirucalli)
  94. Patikan Kebo (Euphorbia hirta)
  95. Pula Pandak (Rauvolfia serpentina)
  96. Pulasari (Alyxia stellata)
  97. Rosela (Hibiscus sabdariffa)
  98. Sambiloto (Andrographis paniculata)
    Sambiloto (Andrographis paniculata)
    Sambiloto (Andrographis paniculata) Gambar : commons.wikimedia.org
  99. Sambung Nyawa (Gynura procumbens)
  100. Sarang Semut (Myrmecodia tuberosa)
  101. Secang (Caesalpinia sappan)
  102. Semanggi (Marsilea crenata)
  103. Sembung (Blumea balsamifera)
  104. Seruni (Chrysanthemum indicum)
  105. Sirih (Piper betle)
  106. Soka Merah (Ixora coccinea)
  107. Srikaya (Annona squamosa)
  108. Sudu-sudu, Susudu, atau Susuru (Euphorbia neriifolia)
  109. Suji (Dracaena angustifolia)
  110. Suruhan (Peperomia pellucida)
  111. Tali Putri (Cassytha filiformis)
  112. Tapak Dara (Catharanthus roseus)
  113. Tapak Liman (Elephantopus scaber)
  114. Temu Giring (Curcuma heyneana)
  115. Temu Hitam (Curcuma aeruginosa)
  116. Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza)
  117. Temu Mangga (Curcuma mangga)
  118. Tolod (Alternanthera philoxeroides)
  119. Tuba (Derris elliptica)
  120. Urang Aring (Eclipta prostrata)
  121. Wijayakusuma (Pisonia grandis)
Copy from: http://alamendah.org/2015/01/14/121-nama-latin-tanaman-obat/
Read More

Tuesday, March 24, 2015

Idul Fitri : Menyingkap Esensi dengan Silaturahmi


Yak ini merupakan tugas agama gua tentang kutbah. jadi dikelas gua disuruh buat bikin kutbah dan praktekin di depan kelas. ya walaupun nggak bikin, tapi NYARI, yaa sama aja lah haha dan setelah gua praktekin kutbah ini gua malah disuruh hapalin sama guru gua. Kan ngerepotin -__- okee semoga bermanfaat wkwkwk 
اَلسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهْ
اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ اَللهُ اَكْبَرْ
وَاَصِيْلاً  اَللهُ اَكْبَرْكَبِيْرًا، وَالْحَمْدُلله ِكَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً
لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهْ، وَنَصَرَعَبْدَهْ، وَاَعَزَّجُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلاَحْزَابَ وَحْدَهُ
لآاِلَهَ اِلاَّ الله وَلاَ نَعْبُدُ اِلاَّ اِيَّاهْ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
لآاِلَهَ اِلاَّ الله ُوَالله ُاَكْبَرْ. اَلله ُاَكْبَرْ وَلله ِالْحَمْدُ         

الْحَمْدُِللهِ الْمُتُوُحِّدِ فِى الْجَلَالِ بِكَمَالِ الْجَمَالِ تَعْظِيْمًا وَ تَكْبِيْرًا. الْْمُتَفَرِّدِ بِتَصْرِيْفِ اْلأَحْوَاْلِ عَلَى التَّفْصِيْلِ والِاجْمَالِ تَقْدِيْرًا وَ تَدْبِيْرًا. الْمَتَعَاِلى بِعَظَمَتِهِ وَ مَجْدِهِ الَّذِىْ نَزّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُوْنَ لِلْعَاْلََمِيْنَ نَذِيْرًا .أَشْهَدُ أَنْ لآ اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ.وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ, لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إبْرَاهِيمَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اَمَّا بَعْدُ. يَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَ إِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَ طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Segala puji bagi Allah yang Esa lagi Mulia, Allah yang diagungkan dan dibesarkan  dalam kesempurnaan dan keindahan-Nya. Dia mengatur segala sesuatu, baik yang besar maupun yang kecil, dengan takdir dan aturan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Yang Maha Tinggi keagungan-Nya, dan yang menurunkan Al-Quran sebagai peringatan bagi seluruh umat manusia. 
Shalawat dan salam, semoga senantiasa dicurahkan bagi junjungan kita Nabi Muhammad SAW, juga bagi segenap keluarga serta para sahabat yang setia dan kita semua sebagai umatnya, amiin  

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Jama’ah sholat Idul Fitri yang berbahagia

Selaku khatib, kami mewasiatkan kepada diri kami pribadi dan hadirin sekalian mengenai takwa. Marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk selalu melakukan ketaatan dan menghindari segala larangan Allah.  Lebih dari 50 kali di dalam Al-Quran Allah berfirman “ittaqullâh”, bertakwalah kamu kepada Allah, bertakwalah kamu kepada Allah. Pengulangan hingga 50 kali ini, tentu saja menunjukkan sangat pentingnya masalah takwa tersebut. Dan memang hanya dengan takwa kepada Allah-lah kita akan hidup bahagia di dunia ini, di alam barzakh dan di alam akhirat kelak.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Jama’ah sholat Idul Fitri yang berbahagia

Sekali lagi kita ucapakan  syukur yang mendalam karena kita diberikan Allah tuntunan/pedoman hidup yang mulia  berupa agama, yakni agama islam, sebagai jalan keselamatan, jalan yang sejati menggapai keabadian Tuhan. Inilah agama fitrah, agama yang lurus, agama yang berdasarkan kemurnian, yang ingin memurniakan niat dan motivasi manusia dari bias-bias hasrat duniawiyah kepada nilai-nilai sejati ilahiyah, berupa keikhlasan dalam berbuat atau bertindak ditengah maraknya  tindakan karena pencitraan diri, karena ingin dipuji, karena berebut pengaruh, karena kekuasaan atau karena uang.
Inilah agama yang menawarkan kemungkinan yang pasti akan masa depan abadi di tengah patamorgana dunia yang menyilaukan, melalaikan, dan penuh ilusi. Masa depan abadi ini tentunya adalah surga yang harus ditebus dengan totalitas pengabdian diri yang purna sepanjang masa.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya, (QS. 61:10-11)
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia
Inilah agama yang tidak menampakan nilai sejati pada elok rupa jasmani atau pada meriahnya pesta seremoni, akan tetapi jauh kedalam relung hati dalam bilik batin yang sunyi.
إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ واعمالكم

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.

Konsekuensi dari prinsip ini, Islam tidak terlalu berpihak terhadap kemapanan dunia dengan segala kenyamanan hidup dan kegemerlapannya, akan tetapi islam selalu menunjukan keberpihakannya kepada kemiskinan, kaum yang lemah, atau orang-orang terdzholimi. Coba perhatikan do’a Sang Nabi: “Ya Tuhan,   jagalah aku menjadi orang miskin, dan biarkan aku mati dalam keadaan miskin, dan peliharalah aku di antara orang-orang miskin”. Demikain ungkapan nabi, karena kekayaan baginya adalah sesuatu yang melalaikan, dan cinta dunia adalah akar dari segala kejahatan.
Dan perhatikan juga sabda Nabi yang memberikan harapan hidup bahagia di hari kelak kepada kaum-kaum marjinal atau terpinggirkan :”Aku dan seorang wanita yang kulit dan pipinya hitam karena terbakar matahari akan berdekatan satu sama lain diakhirat seperti dua jariku dan ia adalah seorang janda tangguh yang kulit dan pipinya menghitam karena menghidupi keluarganya”.
Inilah agama, yang ingin merengkuh rasa kemanusiaan yang terdalam dan ingin meniti bahagia dalam jejak-jejak do’a dan harapan, dalam usaha dan pengorbanan, dalam derita dan tangisan dan dalam jerit kenestapaan, bukan dalam gemerlapnya dunia dengan segala kemewahan dan kemegahannya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia

Di hari yang fitri ini setelah satu bulan kita berpuasa, adalah momen untuk kembali menghayati makna sejati tujuan hidup manusia dengan meniti jalan ilahi. Mempertajam nurani dengan memenjarakan fisik dari tuntutan-tuntutan jasmani, seraya kita iringi dengan semangat memberi dan berbagi. Inilah nilai silaturahmi dan empati sebagai pengejewantahan sifat-sifat ilahi.
وَهُوَ يُطْعِمُ وَلاَيُطْعَمُ  dan Dia (Allah) memberi makan, tidak diberi makan (Q.S.6:14) 

Sejatinya, silaturahmi dan empati tidak kita maknai hanya sebatas berjabat tangan dan berbalas kunjungan, akan tetapi silaturahmi yang bernilai tinggi adalah silaturahmi yang dapat menawarkan atau memberikan solusi terhadap keadaan atau situasi saudara-saudara yang kita jumpai. Apabila saudara kita dalam kesulitan, dapatkah kita membantu memudahkan urusan mereka. Apabila saudara kita sedang butuh uang, bisakah kita memberikan hutang kepadanya. Apabila saudara kita sedang sakit, mampukah kita membelikan obat untuknya, apabila saudara kita dalam kebodohan, dapatkah kita mengajarinya agar menjadi pintar. Demikian makna silaturahmi yang seharusnya kita pahami, menebarkan kasih sayang kepada makhluk-makhluk Allah di bumi. Karena itulah misi Nabi, sebagai rahmatalilalamin-rahmat bagi alam semesta. Nabi bersabda :

 sayangilah apa yang ada di bumi niscaya kamu akan di sayangi dengan apa yang ada di langit.

Perlu kita sadari bahwa nilai silaturahmi atau  rasa empati kepada sesama manusia mempunyai kedudukan yang tinggi dalam islam. Dan disinilah agama menemukan makna esensinya yang paling dalam. Dan bagaimana Nabi memprasaratkan nilai keimanan seseorang dengan kecintaan sempurna kepada saudaranya sesama manusia:

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَس بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Nabi juga pernah bersabda bahwa orang yang terbaik adalah yang paling baik dengan tetangganya.
Demikian agama menjadikan hubungan horizontal-kepada sesama manusia dengan kedudukannya yang sentral dalam ubudiyah kepada Tuhan. Inilah jalan Tuhan yang harus kita tempuh, dengan berbagi, mengorbankan segenap kepentingan pribadi atau kelompok untuk kepentingan orang lain atau kemaslahatan bersama.
Tidak ada bentuk berbagi yang paling indah yang pernah terjadi, sebagaimana yang dilukiskan Al-qur’an menyangkut interaksi antara kaum Muhajirin dan Anshor saat peristiwa hijrah Nabi
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُو الدَّارَ وَاْلإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلاَيَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka.Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia
Selain silaturahmi dan rasa empati yang harus kita tumbuhkan pada hari raya ini, kita juga harus membersihkan dan melapangkan hati kita dari keburukan-keburukan orang lain terhadap diri kita. Mengenai hal ini, baik kita telaah intisari dari firman Allah :

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ. الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. 3:133-134)

M. Qurasih Shihab dalam tafsirnya al-misbah, menjelaskan ada tiga tingkatan sikap dalam konteks menghadapi kesalahan orang lain. Pertama, yang mampu menahan amarah meskipun dihatinya masih tersimpan bekas luka. Kedua, adalah yang memaafkan, artinya orang yang bukan hanya sekedar mampu menahan amarahnya, akan tetapi ia juga dapat menghapus bekas-bekas luka dalam hatinya. Dan yang ketiga, orang-orang yang berbuat kebajikan (muhsinin). Dia tidak hanya mampu menahan marah dan memaafkan orang lain, bahkan ia berbuat baik kepada orang yang melakukan kesalahan terhadapnya. Dan sikap seperti inilah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulullah dalam melaksanakan dakwahnya.
            Berikut adalah ungkapan Ibnu Sina dalam Al-Isyarat wa Al-Tanbihat, yang dikutip oleh M.Quraish Shihab tentang orang yang kembali kepada fitrah kesucian:
Orang tersebut menjadi seorang arif, yang bebas dari ikatan raganya. Dalam dirinya terdapat sesuatu yang tersembunyi, namun yang dari dirinya sendiri tampak sesuatu yang nyata. Ia selalu gembira dan banyak tersenyum. Betapa tidak,  sejak ia mengenal-Nya, hatinya selalu dipenuhi oleh kegembiraan. Dengan melihat yang Mahasuci, semua dianggapnya sama, karena memang semua makhluk Allah. Semua wajar mendapatkan rahmat, baik yang taat maupun yang bergelimang dosa. Ia tidak akan mengintip-ngintip kelemahan orang, tidak pula mencari-cari kesalahannya. Ia tidak akan marah, tidak pula tersinggung, walaupun melihat yang mungkar sekalipun, karena jiwanya selalu diliputi oleh rahmat kasih sayang, dan karena ia memandang keindahan, ia memandang rahasia Allah terbentang di dalam qudrah-Nya. Bila ia mengajak kepada kebaikan, ia akan melakukannya dengan lemah lembut, tidak dengan kekerasan, tidak pula dengan kecaman, kritikan yang melukai atau ejekan. Ia akan selalu bersifat dermawan. Betapa tidak, sedangkan cintanya kepada benda tidak berbekas lagi. Ia akan selalu menjadi pemaaf. Betapa tidak, sedang dadanya sedemikian lapang, sehingga tidak ada tempat lagi bagi kesalahan orang. Ia tidak akan menjadi pendendam. Bagaimana ia mampu mendendam, sedang seluruh ingatannya hanya tertuju kepada Yang Mahasuci lagi Mahaagung itu.

جَعَلَنَااللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ اْلاَمِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَاَرْحَمَ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّحِمِيْنَ.

Khutbah II

الله اكبر     الله اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً. الْحَمْدُللهِ الْعَلِيْمِ الْحَلِيْمِ , الْغَفَّارِ الْعَظِيْمِ الْقَهَّارِ, الّذِى لاَ تَحْفَى مَعْرِفَتُهُ عَلَى مَنْ نَظَرَ فِي بَدَائِعِ مَمْلِكَتِهِ بِعَيْنِ اْلاِكْتِبَارِ وَاَشْهَدُ ان لاّاِلهَ اِلاّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, شَهَادَةَ مَنْ شَهِدَ بِهَا يَفُوْزُ فيِ دَارِالْقَرَارِ, وَاَشْهَدُ اَنّ سَيْدَنَا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ الطَّاهِرِيْنَ اْلاَخْيَارِ. اما بعد : فياايهاالناس : اِتَّقوااللهَ وَاَطِيْعُوااللهَ وَاَطِيْعُواالرَّسُوْلَ وَاُولِى اْلاَمْرِ مِنْكُمْ. اللهم صَلِّى وَسَلِّم عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ رَاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمِاْتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ اْلأَمْوَاْتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَ إِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَ هَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. للَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ النِّفَاْقِ وَ اَعْمَالَنَا مِنَ الرِّيَاءِ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَاْبَ النَّاِر. وَ صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَ سَلَّمَ,  وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْ اعَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْأَلُوْا مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرَ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
Read More

Sunday, February 1, 2015

Perlawanan rakyart indonesia terhadap jepang

Perlawanan Rakyat Aceh Terhadap Jepang
Saat Jepang mulai mengobarkan perang untuk mengusir kolonialis Eropa dari Asia, tokoh-tokoh pejuang Aceh mengirim utusan ke pemimpin perang Jepang untuk membantu usaha mengusir Belanda dari Aceh. Negosiasi dimulai pada tahun 1940. Setelah beberapa rencana pendaratan dibatalkan, akhirnya pada 9 Februari 1942 kekuatan militer Jepang mendarat di wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Masuknya Jepang ke Aceh membuat Belanda terusir secara permanen dari tanah Aceh. Awalnya Jepang bersikap baik dan hormat kepada masyarakat dan tokoh-tokoh Aceh, dan menghormati kepercayaan dan adat istiadat Aceh yang bernafaskan Islam. Rakyat pun tidak segan untuk membantu dan ikut serta dalam program-program pembangunan Jepang. Namun ketika keadaan sudah membaik, pelecehan terhadap masyarakat Aceh khususnya kaum perempuan mulai dilakukan oleh personel tentara Jepang. Rakyat Aceh yang beragama Islam pun mulai diperintahkan untuk membungkuk ke arah matahari terbit di waktu pagi, sebuah perilaku yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Karena itu pecahlah perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang di seluruh daerah Aceh.

Perlawanan rakyat Aceh terhadap pemerintah pendudukan militer Jepang di pimpin oleh Tengku Abdul Djalil. Ia seorang guru mengaji di Cot Pileng, yang tidak mau tunduk dan patuh pada Jepang. Pihak Jepang berusaha membujuknya agar berdamai tetapi usaha Jepang ditolak. Akhirnya, pada 10 November 1942, tentara Jepang menyerbu Cot Pileng. Saat serbuan Jepang ketika itu, rakyat sedang melaksanakan ibadah shalat subuh. Dengan berbebakal persenjataan: Pedang, Kelewang, dan Rencong. Rakyat dapat memukul mundur pasukan Jepang Lhokseumawe. Serangan kedua Jepang juga berhasil dipukul mundur. Barulah pada serangan ketiga Jepang berhasil menguasai Cot Pileng. Tengku Abdul Djalil dapat meloloskan diri, namun akhirnya gugur tertembak saat melakukan shalat.
Copy from: http://jodhycool20.blogspot.com/2013/10/perlawanan-rakyat-aceh-terhadap-jepang.html

Perlawanan Rakyat Singaparna terhadap Pemerintahan Jepang
Dengan adanya kependudukan militer Jepang di Indonesia ternyata telah menimbulkan perlawanan dari rakyat Indonesia. Perlawanan kepada militer Jepang telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Adanya perlawanan rakyat terhadap pihak Jepang disebabkan pemerintahan Jepang telah belaku sewenang- wenang.

Adapun salah satu perlawanan rakyat Indonesia kepada pihak Jepang yaitu berasal dari Jawa Barat. Perlawanan rakyat Jawa Barat khususnya rakyat Singaparna telah dipimpin oleh K. H. Zainal Mustafa. K. H. Zainal Mustafa merupakan seorang pemimpin pesantren Sukamnah di Singaparna, Tasikmalaya (Jawa Barat). Perihal yang melatarbelakangi perlawanan rakyat di daerah Singaparna adalah karena pihak militer Jepang telah memaksa masyarakat Singaparna untuk melakukan Seikeirei. Apakah Anda tahu apa itu Seikeirei ? Yah, Seikeirei merupakan suatu upacara penghormatan kepada kaisar Jepang yang telah dianggap dewa yaitu dengan cara membungkukan badan ke arah timur laut atau Tokyo.
Pemaksaan Jepang kepada rakyat Singaparna untuk melakukan upacara Seikeirei telah membuat masyarakat geram, hal tersebut ditambah lagi dengan adanya larangan dari K. H. Zainal Mustafa (pemimpin pondok pensantren) untuk masyarakat agar tidak melakukan Seikeirei karena perbuatan tersebut sama saja perbuatan yang mempersekutukan Tuhan. Oleh karena tersebut, K. H. Zainal Mustafa telah melakukan upaya agar hal- hal yang tidak diinginkan tersebut dapat dihindari.
Adapun upaya yang dilakukan oleh K. H. Zainal Mustafa untuk menghindari masyarakatnya dari tindakan menyekutukan Tuhan tersebut yaitu dengan cara menyuruh santri- santrinya untuk mempertebal keyakinannya atau keimannanya dan bahkan ia pun mengajarkan bela diri silat.
Dengan melihat upaya masyarakat untuk tetap menolak kebijakan Jepang tesebut, militer Jepang pun mengambil tindakan tegas. Tindakan tegas yang dimakud adalah militer Jepang telah mengirimkan pasukannya pada tanggal 25 Februari 1944 untuk menyerang daerah Sukamnah dan untuk menangkap K. H. Zainal Mustafa. Karena serangan yang mendadak yang telah dilakukan oleh militer Jepang , maka perang antara dua pihak tersebut tidak dapat dihindarkan lagi. Namun, peperangan tersebut dimenangkan oleh pihak Jepang. Hingga pada akhirnya, pihak Jepang berhasil menangkap rakyat Singaparna dan mereka pun dimasukkan ke dalam tahanan di daerah Tasikmalaya dan dipindahkan lagi ke Jakarta.
Kemudian untuk, pemimpin pesantren, K. H. Zainal Mustafa telah dijatuhi hukan mati dan ia pun dimakamkan di Ancol , tetapi sekarang makamnya telah dipindahkan ke daerah Singaparna.
Kegagalan yang diperoleh oleh rakyat Indonesia yang berada dibawah pimpinan K. H. Zaina Mustafa tersebut dikarenakan minimnya senjata yang mereka gunakan, sedaangkan untuk pihak Jepang, mereka telah menggunakan senjata- senjata yang lengkap dan modern. Dengan hal tersebutlah, kekalahan pun tidak dapat dielakkan lagi oleh rakyat Singaparna
Copy From: http://www.sejarawan.com/173-perlawanan-rakyat-singaparna-terhadap-pemerintahan-jepang.html

Peristiwa Indramayu, April 1944
Peristiwa Indramayu terjadi bulan April 1944 disebabkan adanya pemaksaan kewajiban menyetorkan sebagian hasil padi dan pelaksanaan kerja rodi/kerja paksa/Romusha yang telah mengakibatkan penderitaan rakyat yang berkepanjangan.
Pemberontakan ini dipimpin oleh Haji Madriyan dan kawan-kawan di desa Karang Ampel, Sindang Kabupaten Indramayu.
Pasukan Jepang sengaja bertindak kejam terhadap rakyat di kedua wilayah (Lohbener dan Sindang) agar daerah lain tidak ikut memberontak setelah mengetahi kekejaman yang dilakukan pada setiap pemberontakan. 
Copy From:http://inemtukiem.blogspot.com/2011/11/perlawanan-rakyat-terhadap-jepang.html

Perlawanan rakyat di Tanah Besar, daratan Irian (Papua)
Perlawanan ini dipimpin oleh Simson. Dalam perlawanan rakyat di Irian Jaya, terjadi hubungan kerja sama antara gerilyawan dengan pasukan penyusup Sekutu sehingga rakyat mendapatkan modal senjata dari Sekutu.
Copyfrom: http://fastrans22.blogspot.com/2014/08/perlawanan-bersenjata-yang-dilakukan.html

Perlawanan Pang Suma
Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Pang Suma berkobar di Kalimantan Barat. Pang Suma adalah pemimpin suku Dayak yang besar pengaruhnya di kalangan suku-suku di daerah Tayan dan Meliau. Perlawanan ini bersifat gerilya untuk mengganggu aktivitas Jepang di Kalimantan.
Momentum perlawanan Pang Suma diawali dengan pemukulan seorang tenaga kerja Dayak oleh pengawas Jepang, satu di antara sekitar 130 pekerja pada sebuah perusahaan kayu Jepang. Kejadian ini kemudian memulai sebuah rangkaian perlawanan yang mencapai puncak dalam sebuah serangan balasan Dayak yang dikenal dengan Perang Majang Desa, dari April hingga Agustus 1944 di daerah Tayan-Meliau-Batang Tarang (Kab. Sanggau). Sekitar 600 pejuang kemerdekaan dibunuh oleh Jepang, termasuk Pang Suma.
 Copyfrom: http://inemtukiem.blogspot.com/2011/11/perlawanan-rakyat-terhadap-jepang.html

Perlawanan PETA di Blitar (29 Februari 1945)
Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Syodanco Muradi, dan Dr. Ismail. Perlawanan ini disebabkan karena persoalan pengumpulan padi, Romusha maupun Heiho yang dilakukan secara paksa dan di luar batas perikemanusiaan. Sebagai putera rakyat para pejuang tidak tega melihat penderitaan rakyat. Di samping itu sikap para pelatih militer Jepang yang angkuh dan merendahkan prajurit-prajurit Indonesia. Perlawanan PETA di Blitar merupakan perlawanan yang terbesar di Jawa. Tetapi dengan tipu muslihat Jepang melalui Kolonel Katagiri (Komandan pasukan Jepang), pasukan PETA berhasil ditipu dengan pura-pura diajak berunding. Empat perwira PETA dihukum mati dan tiga lainnya disiksa sampai mati. Sedangkan Syodanco Supriyadi berhasil meloloskan diri.
Copy from: http://inemtukiem.blogspot.com/2011/11/perlawanan-rakyat-terhadap-jepang.html

Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Popular Posts

About Me

Designed ByBlogger Templates